Pages

Sunday, April 22, 2012

Mahasiswa Tuntut Pemilukada Gayo Lues Diulang

BANDA ACEH - Puluhan mahasiswa asal Gayo Lues berunjuk rasa ke Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh di jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh. Mereka meminta KIP untuk menggelar ulang Pemilukada Gayo Lues.

Mereka menilai pemilihan yang digelar pada 9 April lalu itu banyak kecurangan.

Massa dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Gayo Lues (Hipemagas) hanya beraksi dengan berorasi dan mengusung sejumlah poster di luar pagar. Polisi melarang mereka masuk, namun massa tetap tertib menyampaikan aspirasi.

Kordinator aksi, Salamuddin mengatakan, KIP Gayo Lues dan Panwas setempat tak menjalankan fungsinya secara baik, sehingga banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran di lapangan.

“Apa yang terjadi di Gayo Lues bebe

Saturday, January 7, 2012

Mendadak Jadi Pintar

Ya, banyak yang sekarang ini mendadak jadi orang pintar dan hebat, pokoknya yang paling (paling pintar, paling tahu, paling benar, paling suci), biasa fenomena masyarakat kita sekarang yang munafik.
Tanpa bermaksud untuk menyinggung, karena di negeri kita ini semuanya sudah banyak yang seperti itu. Apapun profesinya pokoknya banyak yang seperti itu. Selamat menikmati blog ini, semoga bermanfaat.

Bertindak > Berbicara (Talk-action=shit)

Untuk merubah sesuatu terkadang perlu diawali dengan berbicara, tetapi terkadang berbicara saja tidaklah cukup, perlu dilakukan suatu tindakan nyata agar apa yang diinginkan menjadi kenyataan.  Tetapi banyak oraang – orang lebih suka berbicara saja karena itu adalah cara yang termudah untuk memperlihatkan sesuatu yang diinginkan dan adalah cara yang termudah pula untuk berpura – pura perhatian terhadap sesuatu. Sayangnya pula yang mendengarkanpun dengan gampangnya percaya.
Berbicara (“Talking”) sangat berbeda maknanya dengan berkomunikasi (“Communicate”), bicara hanyalah mengeluarkan suatu suara dalam bentuk bahasa yang bisa dimengerti. Sebenarnya berbicara masih dipertanyakan apakah bahasa yang dikeluarkan itu benar – benar terlahir dari hati dan pikiran? Karena berbicara tanpa hati dan pikiran ataupun tanpa perasaan sama saja disebut berbicara. Sangat berbeda dengan berkomunikasi dimana terjadi interaksi dua atau lebih orang yang saling memberikan timbal balik, sehingga lebih masuk dalam hati dan pikiran masing – masing. Dengan berkomunikasi setidaknya akan lebih memberikan keyakinan akan seseorang terhadap yang lain akan sesuatu, tetntu saja setelah itu lebih nyata lagi bila diwujudkan dengan tindakan.

Tingkatan yang terbaik adalah tindakan. Bicara lalu berkomunikasi bila tanpa tindakan maka tidak ada artinya. Tindakan memberikan sesuatu yang nyata dari yang dibicarakan, bahkan bertindak tanpa berbicara jauh lebih baik jika hanya berbicara tanpa bertindak. Tidak perduli apa hasilnya maka bertindak sangatlah penting (“If we move then we’ll see the reality”). Jika kita tahu padi dipupuk maka akan subur, maka lakukanlah. Jika kita tahu kebersihan lingkungan akan memberikan kesehatan, maka jangan buang sampah senbarangan dong. Jika kita tahu saluran air yang besar dan bersih akan menangkal banjir maka diorganisirlah aparat yang berwenang untuk melakukan proyek itu. Pertanyann untuk kita semua adalah :
1. Sudahkan kita sendiri melakukan sesuatu yang baik dan tidak hanya membicarakannya? 2. Sudahkah kita memilih orang berwenang di lingkungan kita yang tidak hanya berbicara saja? (Milih ketua RT, Lurah, Camat, Waikota, Gubernur, anggota DPR, Bupati, Presiden yang cuma berbicara saja dan tidak memberikan tindakan positif untuk kita?)
TIDAK ADA PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK JIKA HANYA BERBICARA...You Know???

Friday, January 6, 2012

BURNI TELONG TEMPAT DEDIANGKU JEMEN

Burni Telong adalah gunung berapi aktif yang terletak di kabupaten Bener Meriah 17 KM dari kota Takengon, Aceh Tengah. Ketinggian 2624 M diatas permukaan laut dengan jumlah kawah 5 buah yaitu kawah A, B, C, d dan E. Gunung Burni Telong termasuk dalam tipe gunung berapi strato.
Puncak gunung Burni Telong dapat dicapai dari dua arah yaitu dari lereng tenggara melalui kampung Sentral dan dari lereng barat daya melalui Bandar Lampahan. Umumnya para pendaki melakukan pendakian melalui lereng barat daya, dari desa Bandar Lampahan. Dibutuhkan waktu sekitar 3 - 4 jam untuk mencapai puncak gunung Burni Telong.

Sejarah Letusan

Berdasarkan data yang ada, gunung Burni Telong pernah meningkat kegiatannya atau meletus pada :
  • 1837 Akhir September terjadi beberapa letusan dan gempa bumi yang menyebabkan banyak kerusakan (Wichmann, 1904). Neuman van Padang (1951) menganggap sebagai letusan normal kawah pusat.
  • 1839 Wichmann (1904), letusan terjadi tanggal 12/13 Januari dengan abu letusan mencapai pulau Weh (Sabang)
  • 1856 14 April , letusan dari kawah pusat (Neuman van Padang , 1951) material yang dimuntahkannya berupa abu dan batu.
  • 1919 Neuman van Padang (1951) menulis bahwa di bulan Desember terjadi letusan normal dari kawah pusat.
  • 1924 7 Desember, Nampak 5 buah tiang asap tanpa diikuti suatu letusan (Neuman van Padang ,1951)

Morfologi

Morfologi gunung Burni Telong berkembang bebas ke arah selatan, tenggara dan barat daya, meskipun ke arah selatan sedikit terhalang oleh adanya bukit-bukit kecil di bagaian lerengnya. Hal ini karena ke arah utara dan timur pertumbuhan tubuh Burni Telong terhalang oleh komplek Gunung Geurodong, Leui Kucak dan Gunung Panji.
Pola aliran sungainya juga sangat dipengaruhi oleh morfologi yang membentuknya, sebagian dari aliran sungai yang berada di sekitar puncak menunjukan suatu daerah tangkapan berpola aliran radier dan semi dendritik, namun ke arah hilir berubah menjadi pararel.
Daerah puncak Burni Telong mempunyai morfologi berrelief kasar terdiri dari sisa-sisa kerucut dan kubah lava yang sebagian terhancurkan oleh erupsi pada waktu lampau sehingga bila dilihat dari kejauhan nampak bergerigi. Daerah puncak dan lereng atas ini mempunyai sudut lereng yang terjal dan berdasarkan titik aktivitas saat ini gunung Burni Telong terbuka ke arah barat daaya. Adapun bekas kawah yang terdapat di sebelah tenggara saat ini tidak menunjukan aktivitasnya.

Struktur Geologi

Struktur geologi yang berkembang di sekitar gunung Burni Telong sangat berhubungan dengan struktur regional yang berkembang di Pulau Sumatera yaitu Sesar Semangko. Sesar Semangko ini mempunyai arah relatif baratlaut-tenggara, struktur geologi yang terdapat di gunung Burni Telong dan sekitarnya berupa kaldera, kawah dan sesar.

Sejarah Geologi

Gunung Burni Telong merupakan gunung api termuda pada komplek gunung api tua Pepanji, Geurodong dan Salah Nama. Batuan yang mendasrinya berupa batuan sedimen/meta sedimen (sedimen tersier). Erupsi gunungapi pertama yang terjadi pada komplek gunungapi ini adalah gunung Salah Nama, setelah kegiatan ini berakhir terjadi erupsi di gunung Geurodong yang mengakibatkan terbentuknya kaldera dengan bukaan relatif utara-selatan. Selanjutnya lokasi kegiatan gunungapi kembali berpindah ke gunung Pepanji yang mengakibatkan terbentuknya kawah di puncak yang terisi air (danau).
Setelah aktivitas gunung Pepanji berakhir, kegiatan mulai berlangsung di gunung Burni Telong, produk letusan berupa aliran piroklastik, lava dan jatuhan piroklastik. Kegiatan yang terus berlangsung hingga sekarang adalah pembentukan endapan sungai berupa alluvium.

Stratigrafi

Batuan tertua di daerah ini adalah berupa batuan sedimen, yang sebagian besar telah berubah menjadi kwarsit, batu tanduk dan meta gamping yang merupakan batuan dasar (basement) dari batuan vulkanik.
Gunung Burni Telong merupakan gunungapi termuda yang terdapat di dalam suatu komplek gunungapi tua yang terdiri dari gunung Salah Nama, gunung Geureudong dan gunung Pepanji. Penyebaran produk letusan gunung Burni Telong sebagian besar ke arah selatan, tenggara dan baratdaya, terdiri dari : aliran piroklastik (awan panas), piroklastik dan lava. Sebagian besar lava tersingkap di daerah puncak dan di lereng barat dan selatan bagian atas dengan komposisi andesitik/dasitik. Pada umumnya lava di bagian lereng bersifat andesitik sedangkan di daerah puncak (kawah) umumnya dasitik (Suhadi dkk, 1994). Aliran piroklastik mempunyai sebaran yang cukup luas di sekitar lereng terutama di bagian baratdaya, adapun jatuhan piroklastik tersingkap di lereng selatan dan baratdaya umumnya menumpang diatas aliran piroklastika.

Petrografi

Dari beberapa contoh batuan yang diperiksa secara petrografi memberikan gambaran batuan gunung Burni Telong umumnya berkomposisi andesitik, yang bertekstur porfiritik dan vitrofirik. Fenokris umumnya terdiri dari plagioklas, amphibole (hornblenda) dan mineral opak (magnetit). Orto piroksen dan clinopiroksen hadir dalam jumlah sedikit, terdapat mineral amphibole terubah menjadi biotit. Dengan hadirnya mineral biotit ini walaupun dalam jumlah yang relatif kecil, menunjukkan batuan gunung Burni Telong dan sekitarnya meningkat ke asam.

BENER MERIAH KOTAKU




Setelah menjelajahi Kabupaten Aceh Tengah, kali ini kita akan menuju ke Kabupaten tetangganya yaitu Bener Meriah, dulu Bener Meriah masuk dalam wilayah Administrasi Kabupaten Aceh Tengah, namun setelah pemekaran sebagian dari Kabupaten Aceh Tengah ini berdiri sendiri membentuk Kabupaten Bener Meriah.

Kabupaten Bener Meriah merupakan Kabupaten termuda dalam wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Tengah, Berdasarkan undang- undang No. 41 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bener Meriah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri tanggal 7 Januari 2004 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Tengah, dengan batas-batas :
-Sebelah Utara dengan Kabupaten Aceh Bireuen.
-Sebelah Selatan dengan Kabupaten Aceh Tengah.
-Sebelah Timur dengan Kabupaten Aceh Timur.
-Sebelah Barat dengan Kabupaten Aceh Tengah

Letak Geografis dan Batas Wilayah

Kabupaten Bener Meriah ditinjau dari letak geografis berada pada posisi 40.33,50 - 40.54.50 Lintang Utara 960,4075 - 970,1750 Bujur Timur dengan ketinggian rata-rata 1.000 s/d 2.500 m diatas permukaan laut, suhu rata-rata antara 20 derajat celcius. Beriklim tropis dengan dua musim kemarau pada bulan Maret s/d Agustus dan musim penghujan dari bulan September s/d Februari.

Pemerintahan

Nama Bupati : Ir. H. Tagore Abu baker
Nama Wakil Bupati : H Sirwandi Laut Tawar,Sm.Ik, S.Sos
Nama Ibu Kota : Redelong
Luas Wilayah : 1.454,09 Km2
Jumlah Penduduk : 111.820 Jiwa
Jumlah Desa : 115 Desa
Jumlah Kelurahan : -
Jumlah Kecamatan : 7 Kecamatan
Jumlah Kemukiman : 10 Mukim

Kecamatan

1. Bandar
2. Bukit
3. Permata
4. Pintu Rime Gayo
5. Syiah Utama
6. Timang Gajah
7. Wih Pesam

Potensi Alam

Kabupaten Bener Meriah ditinjau dari zona wilayahnya dan dibagi atas dua zona dengan kesuburan tanah yang merata hampir disetiap kecamatan. Alam Kabupaten Bener Meriah di kategorikan sangat subur dengan jenis tanah podjolik yang sangat potensial untuk pengembangan tanaman pertanian. Padzolik adalah jenis tanah yang mendominasi kawasan Bener Meriah, sehingga sangat cocok untuk pengembangan segala jenis tanaman baik itu tanaman holticultura seperti wortel, tomat, cabe, jagung, kol dan lain-lain serta tanaman keras seperti kopi, kelapa sawit, karet, coklat dan teh.

Pariwisata


Wisata Alam/Sejarah

Kolam Pemancingan Air Panas, Air Terjun Bidin, Lut Kucak, Makam Datu Beru, tugu Radio Rimba Raya

Wisata Gunung

Hicking Burni Telong, Hicking Gunung Geuredong

Kesenian/Budaya

Didong, Biner, Tari Guel, Saman, Seudati, Ketoprak, Kude Kepang


Khas Daerah

Gunung Burni Telong

Sunday, November 6, 2011

RADIO RIMBA RAYA

Pada tanggal 19 Desember tahun 1948 terjadi agresi militer Belanda ke II, dengan menguasai Yogyakarta sebagai ibukota negara, Belanda mengumumkan kepada dunia bahwa Indonesia sudah takluk dan keberadaaannya di PBB sudah dihapus serta melakukan penangkapan terhadap Soekarno, Mohamad Hatta dan beberapa tokoh lainnya. Jatuhnya Ibukota negara ini menyebabkan dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI)  di Sumatra yang dipimpin oleh Syafrudin Prawiranegara.
Presiden dan Wakil Presiden membuat surat kuasa yang ditujukan kepada Mr. Syafruddin Prawiranegara yang saat itu menjabat Menteri Kemakmuran yang sedang berada di Bukittinggi. Presiden dan Wakil Presiden mengirim kawat kepada Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk pemerintahan darurat di Sumatra dan mengambil alih Pemerintah Pusat.Tetapi surat itu tidak sampai ketangan Syafruddin Prawiranegara. Selain itu, untuk menjaga kemungkinan bahwa Syafruddin tidak berhasil membentuk pemerintahan di Sumatera, juga dibuat surat untuk Duta Besar RI untuk India, dr. Sudarsono, serta staf Kedutaan RI, L. N. Palar dan Menteri Keuangan Mr. A.A. Maramis yang sedang berada di New Delhi.
Selain melakukan serangan fisik dengan senjata dan  pesawat tempur, Belanda melakukan  provokasi melalui komunikasi udara. Dr. Beel, Gubernur  Jenderal Belanda di Batavia melalui Radio mereka “Radio  Batavia” di Jakarta dan “Radio Hilversum” di Holland mengumumkan kepada dunia bahwa Indonesia sudah Collapse ( Tumbang ) , Dr. Beel juga memerintahkan pesawat tempur Belanda untuk melakukan penghancuran terhadap semua pemancar radio yang berada di semua wilayah Indonesia.

 Akibatnya, angkasa Indonesia sepi informasi, sepi pemberitaan yang membela keberadaan Indonesia, tidak ada pengumuman yang dapat membakar semangat para pejuang Indonesia,  Pasukan RI kala itu tiarap, Serangan dan propaganda Belanda melalui Radio Batavia dan Radio Hilversum memperkuat posisi politik Belanda di mata dunia internasional.
Di tengah-tengah kevakuman tersebut, muncullah peran besar Radio Rimba Raya untuk menangkis propaganda Belanda yang mengejutkan banyak pihak dan cukup telak mematahkan semangat Belanda pada saat itu. Perang urat syaraf ( Psywar ) ternyata mampu ditandingi oleh Radio Rimba Raya.
Radio Rimba Raya mematahkan provokasi dan propaganda yang dilakukan oleh Belanda, Berita penting yang menyelamatkan eksistensi Indonesia di dunia adalah “ Republik Indonesia masih ada, wilayah Republik masih ada, tentara republik masih ada, dan disini adalah Aceh”
Akhirnya, Provokasi Belanda yang pada mulanya merebak seantero dunia, pupus seketika. Respon negara-negara pendukung eksistensi Indonesia diperkuat dengan siaran “Radio Rimba Raya”.
Reaksi keras bermunculan dari dalam dan luar negeri, melawan pernyataan Dr. Beel, terutama dari negara-negara Timur-Tengah, Asia, Amerika, Mesir, Maroko, serta dari Sekjen PBB sendiri, Trigve Lie. Reaksi keras awalnya bermula dari Tanah Rencong lewat Gubernur Militer Aceh, Langkat dan Tanah Karo Tgk Muhd. Daud Beureueh yang dipancarkan melaui siaran Radio Rimba Raya, ia mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa Negara Republik Indonesia kini masih tegak dengan kokoh, merdeka dan berdaulat.
Melalui Radio Rimba Raya ini pula pesan disampaikan kepada delegasi Indonesia di luar negeri,dr Sudarsono di India dan  L.N. Palar delegasi Indonesia di PBB melakukan diplomasi jitu membela dan menyelamatkan eksistensi Indonesia di PBB, liku liku diplomasi antara Indonesia dan Belanda semakin di bicarakan dunia internasional.

Counter (bantahan ) yang disuarakan oleh Radio Rimba Raya mampu mematahkan propaganda Belanda dan meyakinkan dunia internasional terhadap eksistensi Indonesia, serta memaksa Belanda untuk duduk melakukan perundingan di Denhaag, yang lebih dikenal dengan Konferensi Meja Bundar (KMB) 27 Desember1949, sehingga menghantarkan Indonesia mendapatkan kedaulatannya.
Radio Rimba Raya yang telah menciptakan perjalanan sejarah Indonesia, mula-mula ditempatkan di Krueng Simpo, Bireuen, yangdigunakan oleh Tentara Divisi X dibawah kepemimpinan Kolonel Husin Yusuf. Setelah beberapa saat beroperasi, radio ini dipindahkan ke Cot Gue, Banda Aceh dengan signal calling resmi "Radio Repoeblik Indonesia
 Pemindahan ini atas dasar perintah langsung Gubernur Militer Aceh Langkat dan tanah Karo, Tgk M Daud Beureueh.
Dalam perjalanannya, ternyata di pegunungan Cot Gue pun pemancar ini tidak aman. Akhirnya diperintahkan lagi untuk diamankan ke pegunungan di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah, yang diyakini akan sulit ditembus oleh pesawat-pesawat tempur Belanda. Peralatan Radio ini ditempatkan di Desa Rime Raya ( Rimba Raya ) yang terkenal strategis dan berhutan lebat, dulunya daerah ini bernama Tanoh Ilang ( Tanoh Merah ). Di daerah inilah Radio Rimba Raya mengudara tanpa bisa terlacak oleh pesawat tempur Belanda, sampai akhirnya tercapai kesepakatan penyerahan kedaulatan Indonesia oleh Belanda melalui perundingan KMB ( Konferensi Meja Bundar ) di Denhaag.

sumber oleh: Zuhri Sinatra dan Ikmal Gopi

Tuesday, November 1, 2011

Tari Saman

Tari Saman adalah sebuah tarian adat yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat dan masyarakat Aceh. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. erakanSelain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Nama tarian "Saman" diperoleh dari salah satu ulama besar NAD, Syech Saman.

Makna dan Fungsi
Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (Dakwah). Tarian ini mencerminkan Pendidikan, Keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan kontinu, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara group tamu dengan group sepangkalan ( dua group ). Penilaian ditititk beratkan pada kemampuan masing-masing group dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.

 


Nyanyian

Nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Dimana cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :

1. Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
2. Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.
3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Gerakan

Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada.Diduga,ketika menyebarkan agama islam,syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno,kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam demi memudakan dakwahnya.Dalam konteks kekinian,tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.



Sumber: Budaya Indonesia